BERIMAN DENGAN TULUS TANPA PAMRIH
Wednesday, February 18th, 2009Ketika seorang murid bertanya, apa yang akan diminta gurunya jika ia bertemu Tuhan, sang guru yang bijaksana menjawab, “Aku akan meminta api dan air. Api untuk membakar surga, sedangkan air untuk memadamkan neraka, sehingga surga dan neraka tidak lagi dijadikan alasan manusia
untuk beriman kepada Tuhan. Biarlah setiap orang beriman hanya karena
cintanya kepada Tuhan. Tanpa pamrih, tanpa syarat.”
Bekerja untuk mendapat upah itu wajar. Yang tidak wajar adalah beriman demi “upah”. Upah, entah takut sesuatu ataupun berharap sesuatu. Sama dengan kita mencintai seseorang karena takut kelak tidak ada yang mengurus atau karena kita ingin mendapat berbagai fasilitas. Bukankah itu cinta yang tidak tulus? Demikian juga iman.
Iman yang didorong untuk mendapat “upah” adalah iman yang tidak tulus.